Tips Saat Menghadapi Anak Tantrum

0
56
tantrum pada anak
tantrum pada anak

Mengasuh anak-anak memang membutuhkan pengetahuan. Termasuk menghadapi tantrum pada anak. Anak disebut tantrum jika dia  sangat marah, mengamuk serta melakukan hal yang berbahaya bagi dirinya atau orang lain. Biasanya disebabkan oleh kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal semisal lelah, mengantuk atau lapar. Sementara kondisi eksternal seperti permintaan yang tidak dipenuhi orang tua.

Tentu saja tantrum harus diatasi dengan bijak. Jika tidak akan berlanjut menjadi kebiasaan. Namun terkadang orang tua melakukan kesalahan saat berusaha mengatasi tantrum pada anak. Berikut adalah dua di antaranya.

tantrum pada anak
tantrum pada anakm

1. Berteriak Dan Membentak Agar Anak Tenang.

Ikut berteriak saat anak sedang tantrum tidak akan menyelesaikan masalah. Mungkin beberapa saat anak akan diam, tapi hanya sementara. Dia akan kembali mengamuk dan ‘berinovasi’ dengan amukannya. Jika awalnya hanya menangis keras, bisa jadi selanjutnya anak akan berguling atau menyakiti dirinya.

Hal ini bisa dipahami karena anak bersifat defensif terhadap emosi orang tua. Ibaranya jika kita sedang dalam kondisi emosional lalu ditekan secara emosional juga, maka kita akan bersikap defensive bukan? Begitu juga dengan anak.

Saat tantrum otak anak berada dalam gelombang yang disebut ‘mode otak reptil’. Saat ini anak tidak akan bisa menerima nasihat atau masukan apapun. Maka hal yang bisa dilakukan adalah menenangkan anak terlebih dahulu. Bawa anak ke tempat sepi dan biarkan ia menangis hingga tenang. Pelukan dan usapan di tubuhnya juga bisa membantu. 

Jika anak sudah tenang, tanyakan apa maunya. Beri pengertian atau pilihan dan jangan lupa katakana bahwa Anda menyayanginya.

2. Mengancam Atau Memukuls.Com/Kevin Fai

Ancaman atau pukulan hanya akan membuat anak belajar untuk tidak mengendalikan emosi. Anak akan berlaku lebih buruk lagi di kesempatan lainnya. hal lain yang juga berbahaya adalah ancaman kosong. Misalnya mengatakan “Kalau kamu nggak diam, nanti Mama tinggal!”

Namun kenyataannya Anda tidak meninggalkannya. Ancaman kosong membuat anak belajar berbohong. Juga membuatnya tidak lagi hormat dan percaya pada Anda. Toh Anda tidak benar-benar melakukan apa yang Anda ucapkan, bukan?

Ajak anak untuk menerima dan mengenali emosinya saat dia sudah tenang. Keluarkan dia dari kondisi marah terlebih dahulu baru bisa memberinya pengertian.

Hal terpenting dalam menghadapi tantrum pada anak adalah bersikap tenang. Termasuk jika Anda berada di keramaian. Jangan buru-buru ingin anak tenang karena Anda malu menjadi pusat perhatian. Lantas memilih dua jalan pintas di atas.